Antara Ngeblog & Bisnis


Bisnis adalah aktivitas menolong orang yang dibayar
- Dewa Eka Prayoga -


Quote di atas merupakan quote favorit saya dan yang paling menggambarkan tentang esensi bisnis, menurut pandangan saya.

Dan kalau saya lihat-lihat, bukankah hal itu juga yang dilakukan oleh seorang blogger? Lewat konten mereka membantu orang lain. Mereka menyediakan informasi yang bermanfaat, cerita yang menghibur, dan menginspirasi. Karenanya, sebagian dari mereka pun menerima "bayaran" dari apa yang mereka lakukan. Istilahnya monetisasi.

Postingan ini bukan tentang bagaimana mendapat uang dari blog. Sudah ada banyak blog yang membahas itu dengan lebih baik dan detil. Lewat tulisan sederhana ini, saya hanya ingin berbagi pandangan tentang kesamaan bisnis dan blog.

1. Niat menolong
Ingat quote Kang Dewa di atas? Ya, pebisnis dan blogger yang baik meniatkan aktivitas mereka untuk menolong orang. Caranya, menyediakan solusi dari permasalahan orang lain lewat produk/jasa dan konten yang mereka punya.


Memang sih, ada beberapa pebisnis dan blogger yang dari awal niatnya untung, untung, dan untung. Dan kita sama-sama tahu bagaimana nasib mereka dalam jangka panjang.

2. Punya target market/audience yang jelas
Saya termasuk orang yang percaya tidak ada 1 obat untuk semua penyakit. Demikian halnya dengan sebuah produk/jasa ataupun konten.


Setiap orang memiliki permasalahannya masing-masing dan solusi yang customized. Sebagus-bagusnya popok, tidak akan banyak membantu bagi orang single. Sebaik-baiknya konten tentang parenting, tidak akan menjadi solusi bagi remaja yang masih galau antara move on atau balikan dengan mantan.

Karenanya, mereka memiliki target market/audience, untuk siapa sih mereka ada. Orang-orang seperti apa yang bisa sangat terbantu dengan produk/jasa dan konten yang mereka tawarkan.

3. Mengetahui produk dari produk mereka
Salah seorang penulis terkenal di bidang penjualan, Zig Ziglar, pernah berkata, seorang penjual yang baik harus tahu produk dari produk mereka. Artinya, fokus mereka adalah apa yang produk itu bisa lakukan, bukan fitur yang dimiliki produk tersebut.


Sama seperti dengan blogger ya? Mereka menulis, membagi pengalaman, cerita, dan inspirasi karena mereka tahu sejauh mana produk mereka (konten) bermanfaat bagi pembacanya. Karenanya mereka menulis sebaik-baiknya dengan bahasa yang paling mudah dipahami target audience-nya.

Percuma menggunakan bahasa setinggi langit kalau pembacanya kesulitan memahami. Dan naif pula kalau menggunakan bahasa sedalam lautan, bila audience yang disasar adalah orang-orang filosofis yang haus dengan bahasa super rumit.

4. Promosi, promosi, promosi
Di dunia bisnis, no selling is dying. Promosi dan jualan sudah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari bisnis. Karena semulia apapun niatnya, sebesar apapun target marketnya, dan sehebat-hebatnya produk, tak akan banyak membantu maupun bermanfaat kalau eksistensinya tak terdeteksi.


Dari sisi promosi pun, ada beberapa kemiripan antara pebisnis dan blogger. Ada yang hard selling alias hajar bleh, ada juga yang menggunakan soft selling yang membuat orang tanpa sadar 'membeli' produk/jasa ataupun mengunjungi blognya.

Jadi seperti itulah pandangan saya tentang bisnis dan blog. Kamu punya pandangan lain? 

Share:

0 Comments: