Aplikasi Berbasis Web Untuk Aktivitas Blogging


Aplikasi menulis terbaik itu yang seperti apa sih? Jawaban singkat untuk pertanyaan ini adalah : yang membuatmu menulis semudah bernafas.

Sejak kecemplung di dunia perbloggingan, sudah tak terhitung berapa kali saya gonta-ganti aplikasi menulis. Instal lalu uninstall, ganti yang lain. Kadang malah punya beberapa aplikasi yang rencananya disesuaikan dengan jenis tulisan saya.

Aplikasi A untuk menulis esai, aplikasi B, buat nulis fiksi, bahkan ada aplikasi sendiri untuk nulis draft caption Instagram, Twitter, bahkan status Facebook. Lah ngapain?

Ya kalau memori internal ponsel saya itu unlimited. Lah ini, yang secara bawaan pabrik 'cuma' punya kapasitas nggak sampai 1GB (setelah diisi aplikasi standar pabrik), slot memori eksternal juga nggak fungsi, kok mau instal sejuta aplikasi. Apa nggak lola tuh ponsel lama-lama.

Walaupun, punya kapasitas penyimpanan besar pun nggak berarti harus instal semua aplikasi yang ada di Play Store kan?

Mengingat keterbatasan-keterbatasan itulah, saya akhirnya mulai mengurangi sedikit demi sedikit aplikasi yang nggak penting. Media sosial dan aplikasi menulis juga nggak perlu banyak-banyak, apalagi aplikasi penyunting gambar.

Saya pun beralih ke aplikasi-aplikasi berbasis web untuk menggantikan aplikasi tersebut. Praktis, Chrome menjadi aplikasi yang paling sering saya pakai setelah Whatsapp.

Berikut daftar aplikasi berbasis web yang saya gunakan.


Media Sosial

Sejak Google Plus resmi menggulung tikarnya, saya hanya memiliki tiga akun media sosial, Facebook, Instagram, dan Twitter. Dan, setelah bersih-bersih aplikasi, saya mengakses ketiga akun tersebut lewat Chrome.

Plus minus tetap ada. Bagusnya, saya nggak akan dipusingkan dengan kemunculan pemberitahuan-pemberitahuan yang membuat saya kebelet kepo. Namun sayangnya, hal itu masih belum mampu merubah saya untuk nggak kepo seperti saya ceritakan sebelumnya.

Menulis

Dulu, Writer Plus adalah aplikasi menulis favorit saya. Aplikasi ini sangat sederhana dan ringan.

Kelemahannya, saya harus menggunakan gawai untuk melanjutkan draft tulisan saya. Bisa sih dilanjutkan lewat PC, tapi itu artinya saya perlu mengirimkan draft itu ke email, mengunduh email itu lewat PC, dan mulai lanjut menulis.

Sounds rempong ya.

Sekarang, saya beralih ke Calmly Writer. Sebuah aplikasi berbasis web yang memungkinkan saya dengan cepat mulai menulis. Saya juga leluasa untuk menulis di mana pun menggunakan media apa pun karena saya bisa menyimpan draft di Google Drive.

Cukup klik opsi dan pilih simpan.

Selain Calmly Writer, kamu juga bisa coba Zenpen.io. 

Kalau saya pribadi sih lebih suka Calmly karena aplikasi ini lebih responsif ketika dibuka menggunakan gawai. 

Photo Editing

Bicara aplikasi edit foto/gambar secara online, sepertinya Canva masih tetap favorit. Walaupun Canva sudah memiliki aplikasi yang bisa diunduh lewat Play Store, tapi kita juga bisa mengutak-atik gambar kita di Canva lewat browser.

Blogger

Karena platform blog yang saya gunakan adalah Blogger.com, jadi ya nggak mungkin kan saya publish tulisan saya lewat Wordpress.

Lagipula, saya belum menemukan aplikasi blogger yang memiliki fitur selengkap versi webnya. Umumnya, aplikasi itu hanya berfungsi sebagai text editor.

Apalagi aplikasi resmi Google, sudah fitur terbatas, nggak pernah diupdate pula dari jaman kerajaan Majapahit.

Kesimpulan

Menggunakan aplikasi berbasis web seperti ini membuat kinerja ponsel saya relatif lebih cepat. Karena terdapat ruang yang cukup lega tanpa kehadiran aplikasi-aplikasi tadi.

Seperti halnya aplikasi, mungkin hal yang sama juga bisa kita terapkan pada barang-barang yang kita miliki. Bagaimana kalau kita mulai melihat kembali apa saja sih yang kita miliki? Apakah hidup kita bisa lebih baik tanpa barang-barang itu? Jika ya, mungkin ini waktu yang tepat untuk berpisah darinya.

Mumpung lagi momen Ramadhan. Siapa tahu ada orang lain di luar sana yang lebih membutuhkan barang-barang itu daripada kita.

Share:

0 Comments: