Membangun Bisnis Online

Wabah pandemi Covid-19, telah memaksa kita melakukan banyak perubahan dalam hampir seluruh aspek kehidupan kita, mulai dari sosial-politik, ekonomi bahkan spiritual.

Dari sisi ekonomi bisnis, kita sudah lihat bagaimana kebijakan-kebijakan terpaksa diambil para pelaku bisnis untuk menyelamatkan kehidupan perusahaan mereka. 

Penyesuaian-penyesuaian ditetapkan mulai cara kerja, perilaku sehari-hari, hingga...penyesuaian jumlah sumber daya perusahaan, salah satunya karyawan.

Di tempat kerja saya pun, saya melihat beberapa kawan baik saya menjadi bagian dari 'penyesuaian' ini. 

Langkah ini bukan hal mudah bagi kedua pihak, karyawan dan perusahaan. Rekan saya, seorang manajer di bagian produksi mengakui, kalau ini adalah tugas paling berat yang harus ia lakukan. 

Tetapi semua sudah terjadi. Life still must go on.

Saya melihat beberapa kawan, melalui Whatsapp Story melanjutkan perjuangan mereka dengan menjadi pengusaha. Di satu sisi, saya turut bersimpati atas apa yang mereka alami, tetapi di sisi lain, saya juga mengagumi semangat mereka. 

Saya berdoa, usaha yang mereka menuai keberhasilan seiring dengan semakin banyaknya orang yang mereka bantu lewat produk/jasa yang mereka tawarkan.

Membangun bisnis memang tidak mudah dan penuh tantangan. Apalagi di tengah situasi pandemi Covid-19 seperti sekarang. Namun siapa pun bisa menjadi pengusaha sukses asal memiliki 5 keterampilan berikut ini:

1. Memiliki kepekaan

Dalam salah satu video tutorial-nya, Neil Patel pernah berbagi pengalamannya mengenai membangun bisnis. Di situ, ia mengatakan bahwa bisnis tidak membuat seseorang kaya raya, kecuali bisnis itu membantu banyak orang menyelesaikan masalahnya.

Karena itulah, setiap orang yang hendak menjalankan bisnisnya sendiri perlu memiliki kepekaan terhadap masalah-masalah yang dihadapi orang-orang di sekitarnya. Kemudian, menjadi solusi dari permasalahan tersebut.

Setiap orang pasti memiliki masalah, bahkan jauh sebelum mengenal kita. Pertanyaannya, masalah mereka bertambah atau berkurang dengan kehadiran kita? 

2. Memiliki tujuan yang jelas

Mantan bos saya sering mengatakan kalau satu hal yang membedakan pengusaha dan karyawan pada umumnya adalah, seorang pengusaha memiliki tujuan yang jelas, apa yang mau ia capai atau kerjakan hari ini.

Berbeda dengan karyawan biasa yang datang sebatas absen, duduk manis tunggu perintah atau nggosipin orang-orang, lalu pulang. Dan begitu seterusnya.

3. Memiliki kemampuan pengelolaan yang baik

Salah satu penyebab banyak bisnis layu sebelum berkembang, adalah buruknya pengelolaan terhadap sumber daya yang dimiliki. Mulai pengalokasian yang tidak tepat sasaran hingga penggunaan yang kurang bertanggung jawab.

4. Memiliki kemampuan membangun relasi

Bisnis ada untuk menjadi solusi bagi pelanggan dalam menyelesaikan masalah yang mereka hadapi. Agar solusi yang ditawarkan bisa tepat guna, bukankah bijak bila setiap pemilik bisnis mau berupaya memahami akar masalah para pelanggan mereka? Bukan sekedar menawarkan produk dan produk.

Setiap pelanggan memiliki sifat dan karakter yang bermacam-macam. Karena itulah keterampilan membangun relasi dan mendapatkan kepercayaan pelanggan merupakan komponen penting dalam keberhasilan sebuah bisnis.
 

5. Memiliki tanggung jawab

Paling menyebalkan kalau bertemu dengan pemilik bisnis yang maunya hit and run, setelah transaksi berhasil, tidak mau tahu kesulitan yang dihadapi pelanggan. 

Menjadi pemilik bisnis yang bertanggung jawab artinya menjadikan kepuasan pelanggan sebagai nilai dasar dalam berbisnis. Memang, pelanggan baru membuat bisnis kita berkembang, tapi pelanggan lama dan puas lah yang membuat bisnis kita bertahan.

Jadilah proaktif dan solutif.

Membangun Bisnis Online

Penerapan physical distancing dan social distancing membawa kita ke sebuah era baru, yaitu era digitalisasi. Banyak aktivitas-aktivitas bisnis yang membutuhkan tatap muka dilakukan secara online. 

Kita tentunya masih ingat fenomena peningkatan jumlah pengguna aplikasi pertemuan virtual, Zoom beberapa bulan lalu. Sekalipun sempat beredar isu terkait keamanan data pribadi, toh tak memengaruhi lonjakan pengguna baru aplikasi ini. 

Selain itu, transaksi digital pun meningkat tajam. Belanja online kini menjadi tren baru. Angka transaksi online commerce melonjak hingga melebihi 100%.  

Tren digitalisasi ini tentunya sebuah peluang yang bisa kita manfaatkan. Pertanyaannya, sudah siapkah bisnis yang akan kita rintis bersaing di dunia digital ini?

Jika belum, beberapa ide memulai bisnis online ini mungkin bisa memberi secercah inspirasi.

1. Temukan Masalah

Seperti sudah saya singgung sebelumnya, tujuan bisnis adalah membantu orang lain (pelanggan) menyelesaikan masalah mereka. Karenanya cobalah lebih peka terhadap masalah yang dihadapi orang-orang di sekitar kita. Jika kita mampu menyediakan solusinya, bisa jadi itulah peluang bisnis untuk kita.

Nah, berhubung kita sekarang sedang mengalami masalah bersama, Covid-19, coba deh perhatikan, masalah apa sih yang orang-orang alami sejak Covid-19 melanda ini? Lalu solusi apa yang bisa kita tawarkan atas masalah-masalah tersebut.

2. Lakukan Riset Pasar

Salah satu nasehat bisnis yang pernah saya dengar adalah, mulailah dengan sesuatu yang kamu sukai. Hmm...tidak salah memang, tapi pertanyaannya, apakah melakukan apa yang kita suka bisa membantu orang menyelesaikan masalah mereka?

Belum tentu.

Karena itulah, kita juga perlu benar-benar memahami kondisi aktual di lapangan. Pakai data, bukan hanya asumsi belaka.

Coba gunakan mesin pencari, scrolling media sosial, pantengin Whatsapp Story atau bergabung di forum. Pelajari apa sih masalah-masalah yang ada di sekitar kita.

3. Analisa Kompetitor

Pada dasarnya, ada dua jenis kompetitor dalam setiap bisnis. Pertama adalah kompetitor utama, yaitu bisnis lain yang menawarkan produk/jasa yang sama, termasuk target pasar yang sama dengan yang kita bidik.

Kompetitor kedua adalah mereka yang produk/jasanya sama seperti yang kita tawarkan, tapi memiliki target pasar berbeda. 

Misalnya, kalau bisnis kita menawarkan produk masker untuk kelas premium, maka kompetitor ini, walaupun produknya sama-sama masker, tapi target pasarnya adalah untuk kelas menengah ke bawah.

Melakukan analisa kompetitor artinya kita mempelajari segala sesuatu tentang kompetitor kita. Mulai produk yang mereka tawarkan, fitur-fitur, cara mereka mempromosikan brand perusahaan dll. 

Cara paling sederhana yang bisa kita lakukan adalah main-main ke website mereka.

Lihat dan pelajari bagaimana tampilan website mereka, kecepatan loading halaman situs, hingga apakah tampilan situs mereka sudah responsif. 

Kita bisa menggunakan situs kompetitor sebagai referensi, seperti saat memilih nama domain atau memilih hosting bisnis terbaik untuk website kita sendiri.

Selain mengunjungi website kompetitor, kita juga bisa mengunjungi media sosial kompetitor untuk mempelajari jenis media sosial yang mereka gunakan, frekuensi postingan, respon terhadap komentar-komentar yang masuk hingga, keluhan pelanggan.


4. Pilih Target Pasar

Terlalu banyak fokus sama artinya dengan tidak memiliki fokus. Ingat, bukan bisnis yang membuat kita kaya, tapi bagaimana bisnis kita membantu orang menyelesaikan masalah mereka.

Karena itu kita perlu selektif dengan target pasar, yaitu orang-orang yang hidupnya terbantu dengan menggunakan produk/jasa kita. Kita maunya membantu kan, jadi kita juga perlu tahu diri, sejauh mana kita bisa membantu.

Jangan sampai over promise but under deliver, alias kebanyakan janji, minim bukti. 

Selain mengecewakan, hal itu juga beresiko pada citra baik bisnis kita sendiri. Nggak apa-apa kok menolak permintaan pelanggan jika kita merasa tidak mampu memenuhinya.
 

5. Bangun Website Profesional

Ibarat toko, setiap bisnis jaman sekarang membutuhkan sebuah website yang dibuat dan dikelola secara profesional. Sebuah website perlu dikelola dengan profesional karena website merupakan wajah perusahaan yang dilihat para pelanggan potensial.

Setidaknya, pertimbangkan 5 hal berikut saat membangun website bisnis:
  1. Nama domain yang mudah diingat
  2. Tampilan yang konsisten
  3. Desain responsif
  4. Kecepatan memuat halaman
  5. Gunakan bahasa yang sederhana

Satu hal yang paling mendasar dari sebuah website adalah kemudahan pengguna. Jangan sampai kita kehilangan pelanggan potensial hanya gara-gara masalah sepele seperti halaman yang lambat dimuat atau tidak bisa diakses.

Ada banyak pilihan hosting murah Indonesia yang tersedia. Pastikan hanya hosting bisnis terbaik yang kita gunakan, bukan sekedar murah.

Master Web Blog Competition
Master Web Blog Competition

Penutup

Bisnis adalah aktivitas menolong orang yang dibayar - Dewa Eka Prayoga

Seperti telah kita bahas sebelumnya, dan akan saya ulang lagi, bukan bisnis yang membuat seseorang kaya raya, melainkan sejauh mana bisnis tersebut membantu orang menyelesaikan masalah mereka.

Bagaimana menurutmu? Apakah kamu punya pengalaman atau sedang membangun bisnis online? Seperti apa tips kamu menjalani bisnis online? Share yuk di kolom komentar.

Share:

0 Comments: