Tips Memilih Produk Rumah Tangga Terbaik


memilih produk rumah tangga


Ada yang ingat nggak momen-momen berburu rumah idaman untuk hunian keluarga? Ngontrak atau pun rumah sendiri, selalu ada keseruan di dalam perburuan itu ya. Masih ingat nggak, momen paling seru atau paling gokil saat kamu dan pasangan berburu rumah idaman?
Dari mencari desain rumah terbaik, lingkungan dan aspek penunjang lainnya, hingga tawar-menawar dengan pembeli yang lagaknya, nggak terlalu butuh uang, jual mahal dan songong pula.

Hingga momen-momen putus asa karena sudah nyari ke sana ke mari, nggak dapet-dapet. Tahu-tahu di detik terakhir, muncullah si rumah idaman itu di hadapan kita. Bikin bertanya-tanya, nie rumah ke mana aja, kok baru muncul sekarang.

Hehehe...kalau kamu pernah merasakan keseruan itu, hidupmu asik. Jangan lupa sesekali ajak pasangan napak tilas proses penuh perjuangan, tetesan keringat, darah dan air mata itu ya.

Terus, setelah rumah idaman itu akhirnya jatuh ke pangkuan kita, proses perburuan pun berlanjut. Yup, perburuan perabot rumah. Dari perabot yang sifatnya basic seperti lemari, kompor, jemuran, hingga perabotan yang, hmm...nggak penting-penting amat sih, tapi looks good dan kebetulan diskon, plus kelihatan waktu kita nyari-nyari perabot basic sih. Akhirnya keangkut juga tuh porselen cantik. Padahal, nggak adapun ya nggak apa-apa.

Cerita Keluarga Kontraktor

Menjadi kontraktor, alias, ngontrak sana ngontrak sini, memberi keluarga saya pelajaran berharga tentang memilih barang-barang yang mengisi rumah kita.

Cerita ini bermula ketika periode kontrak di rumah yang sudah kami huni selama 4 tahun harus berakhir karena si pemilik rumah memutuskan untuk tidak memperpanjang sewa rumahnya. Mau renovasi alasannya.

Setelah negosiasi alot, dan ia tak bergeming dengan pendiriannya, maka tidak ada pilihan lain bagi kami selain pindah. Dan, perburuan pun dimulai lagi.

Singkat cerita, setelah muter-muter dari ujung ke ujung, akhirnya kami menemukan sebuah rumah hunian yang cukup nyaman dari sisi bangunan rumahnya dan juga lingkungannya. Satu masalah terpecahkan, masalah baru timbul. Rumah baru ini, tak seluas rumah yang kami huni sebelumnya.

Dengan ukuran yang lebih kecil dari rumah sebelumnya, artinya ruang yang tersedia pun lebih sedikit. Pertanyaannya, bagaimana dengan barang-barang kami?

Akhirnya, mau nggak mau beberapa harus dilepas. Ada yang dijual, disumbangin dan yang sudah parah kita buang. Proses beberes barang-barang ini membuat kami terheran-heran, betapa banyaknya barang yang kami miliki. Mulai barang-barang yang kami beli karena diskon, barang promo beli 1 gratis 1, hingga hadiah dari keluarga, teman dan kolega.

Begitu banyaknya sampai-sampai kami sendiri lupa pernah memiliki barang-barang itu.

Setelah proses seleksi menentukan barang mana yang tetap kami simpan dan mana yang harus hengkang, akhirnya kami berhasil menyelesaikan proses beberes yang melelahkan itu. Dan hingga kini kami hanya menyimpan barang-barang yang benar-benar kami perlukan dan sukai.

Alasannya sederhana, semakin banyak barang, semakin tinggi biayanya (dari biaya perawatan hingga biaya pindahannya).

Selektif Pada Barang-Barang Yang Baru

Belajar dari pengalaman memiliki terlalu banyak barang, kami kini menjadi sangat selektif dalam mendatangkan barang baru ke dalam rumah kami. Selain fungsi, kami juga harus mempertimbangkan kemudahan untuk memindahkan barang-barang tersebut.

Ya namanya juga kontraktor, harus selalu siap untuk pindah-pindah rumah. 

Beberapa pertimbangan yang kini kami jadikan dasar sebelum membeli barang-barang perabot rumah antara lain:

1. Kualitas

Lingkungan pekerjaan yang mengutamakan kualitas sebagai core value, memengaruhi cara pandang kami dalam menilai barang dari kualitasnya. Kualitas itu penting karena terkait dengan kekuatan dan usia pakai barang.

2. Fungsi

Barang-barang apalagi perabot rumah tangga, dibuat untuk fungsi spesifik tertentu. Namun, mengingat kehidupan kami sebagai kontraktor yang harus siap berpindah-pindah, memiliki satu barang multifungsi lebih baik dari pada beberapa barang dengan satu fungsi saja.

3. Desain

Oke lah, kita memang mengutamakan kualitas dan fungsi, tapi desain juga salah satu aspek yang tak terpisahkan. Tentunya kita mau rumah kita itu nyaman dan homy kan? Jadi desain yang bisa bersinergi dengan barang lainnya kan membuat lebih enak dilihat.

Selain itu, untuk beberapa produk rumah tangga, kami lebih menyukai produk dengan desain bongkar pasang agar memudahkan kami saat tiba waktunya pindah ke rumah baru.

4. Harga

Untuk urusan mencari harga murah tapi nggak murahan, menurut saya nggak ada yang bisa mengalahkan istri saya. Kesabaran dan keuletannya mencari promo, menunggu diskon, hingga mencari teman yang bisa diajak patungan (biasanya untuk produk promo beli 1 gratis 1).

Alhasil, barang berkualitas dengan harga manusiawi pun sering kali kita dapatkan.

Produk Ace Hardware & Informa
Produk Ace Hardware & Informa

Saya dan istri bukan orang yang maniak sama satu brand tertentu. Namun, untuk produk-produk rumah tangga, kami biasanya memilih produk keluaran Ace Hardware atau Informa. Alasannya produk-produk mereka kualitasnya bagus, multifungsi dan desainnya unik. 

Selain itu, nggak jarang mereka mengadakan promo-promo menarik, sehingga kita bisa mendapatkan produk-produk berkualitas dengan harga miring. Murah, tapi nggak murahan.

***

Jadi seperti itulah cara kami memilih produk rumah tangga. Semoga tulisan sederhana ini bermanfaat buat kamu, terutama kamu yang lagi hunting produk rumah tangga untuk mengisi dan mewarnai rumah hunianmu bersama keluarga.

Share:

0 Comments: